Kilas profillll…Kaprodi Pendidikan IPA?????


Kaprodi Pendidikan IPA

T a h u nggak sih,,,,,,
Salah satu dosen FMIPA ini merupakan salah satu guru besar yang ada di FMIPA. Beliau adalah Prof. Dr. Zuhdan K. Prasetyo, M. Ed, pengemban amanah dalam Program Studi Pendidikan IPA, dan di Prodi IPA, beliau diamanahi sebagai Ketua Prodi Pendidikan IPA. Bapak Kaprodi kita ini lahir di kota ini, Yogyakarta, pada tanggal 5 April 1955.
Perlu dibanggakan adalah ketika SMP hingga SMA, beliau selalu mendapatkan juara 1, selalu menjadi no.1 di antara teman-temannya, dan ketika di jenjang perguruan tinggi, beliau mengambil program studi fisika hingga beliau menjadi dosen fisika. Pada tahun 2000 hingga 2004 beliau melanjutkan S3nya di UPI Bandung dengan program studi pendidikan IPA.
Beliau merupakan orang yang sukses, kunci kesuksesannya adalah “Segala sesuatu yang dilakukan harus dengan ikhlas kepada Allah” Selama pendidikan, Beliau pernah terjun di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMA, dan ketika dijenjang Perguruan tinggi beliau hanya memfokuskan pada akademik.
Pak Zuhdan memang dikenal murah senyum, walaupun beliau seorang Profesor, tapi beliau tidak pernah sombong. Ini terbukti ketika kami mewawancarainya, beliau berkali-kali menyapa murid-muridnya dan beberapa dosen, beliau tidak segan untuk melambaikan tangannya dan mengucapkan “Hai…” ke murid-muridnya terlebih dulu.
Walaupun begitu, beliau seorang yang tegas dan disiplin tinggi, beliau sangat menjunjung tinggi komitmennya sebagai pengajar, beliau seorang pendidik yang professional. Dan ketika ditanya tentang hobby, beliau menjawab dengan senyum manisnya “Dulu waktu muda saya senang sekali basket dan sepak bola, tapi sekarang saya ya cuma bisa nonton bola”, dan beliau juga mengharapkan adanya pertandingan sepakbola antara mahasiswa dengan dosen. Ayo kawan…..kawan……kita berjuang mengalahkan dosen………!!!
Pada pertengahan tahun 2007, beliau diberi kepercayaan untuk membuka Prodi baru, yaitu Prodi Pendidikan IPA. Ketika ditanya pandangan beliau tentang pendidikan IPA, beliau menuturkan prospek Pendidikan IPA ke depan sangat bagus, terkait belum adanya guru IPA yang benar-benar lahir dari Pendidikan IPA.
Beliau berpesan kepada anak-anaknya, mahasiswa prodi pendidikan IPA, “Sebagai seorang guru, harus professional dan menjunjung etika”. Demikian tutur Beliau sembari menutup perbincangan. Red. Fany T a h u nggak sih,,,,,, Salah satu dosen FMIPA ini merupakan salah satu guru besar yang ada di FMIPA. Beliau adalah Prof. Dr. Zuhdan K. Prasetyo, M. Ed, pengemban amanah dalam Program Studi Pendidikan IPA, dan di Prodi IPA, beliau diamanahi sebagai Ketua Prodi Pendidikan IPA. Bapak Kaprodi kita ini lahir di kota ini, Yogyakarta, pada tanggal 5 April 1955.
Perlu dibanggakan adalah ketika SMP hingga SMA, beliau selalu mendapatkan juara 1, selalu menjadi no.1 di antara teman-temannya, dan ketika di jenjang perguruan tinggi, beliau mengambil program studi fisika hingga beliau menjadi dosen fisika. Pada tahun 2000 hingga 2004 beliau melanjutkan S3nya di UPI Bandung dengan program studi pendidikan IPA.
Beliau merupakan orang yang sukses, kunci kesuksesannya adalah “Segala sesuatu yang dilakukan harus dengan ikhlas kepada Allah” Selama pendidikan, Beliau pernah terjun di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMA, dan ketika dijenjang Perguruan tinggi beliau hanya memfokuskan pada akademik.
Pak Zuhdan memang dikenal murah senyum, walaupun beliau seorang Profesor, tapi beliau tidak pernah sombong. Ini terbukti ketika kami mewawancarainya, beliau berkali-kali menyapa murid-muridnya dan beberapa dosen, beliau tidak segan untuk melambaikan tangannya dan mengucapkan “Hai…” ke murid-muridnya terlebih dulu.
Walaupun begitu, beliau seorang yang tegas dan disiplin tinggi, beliau sangat menjunjung tinggi komitmennya sebagai pengajar, beliau seorang pendidik yang professional. Dan ketika ditanya tentang hobby, beliau menjawab dengan senyum manisnya “Dulu waktu muda saya senang sekali basket dan sepak bola, tapi sekarang saya ya cuma bisa nonton bola”, dan beliau juga mengharapkan adanya pertandingan sepakbola antara mahasiswa dengan dosen. Ayo kawan…..kawan……kita berjuang mengalahkan dosen………!!!
Pada pertengahan tahun 2007, beliau diberi kepercayaan untuk membuka Prodi baru, yaitu Prodi Pendidikan IPA. Ketika ditanya pandangan beliau tentang pendidikan IPA, beliau menuturkan prospek Pendidikan IPA ke depan sangat bagus, terkait belum adanya guru IPA yang benar-benar lahir dari Pendidikan IPA.
Beliau berpesan kepada anak-anaknya, mahasiswa prodi pendidikan IPA, “Sebagai seorang guru, harus professional dan menjunjung etika”. Demikian tutur Beliau sembari menutup perbincangan.
By..PJO

Advertisements

KTSP(Kurikulum tanpa sarana pembelajaran)


Benar gax siii…kurikulum di Indonesia sudah baik???
Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan,mula dari orde lama sampai skrang. Yang terbaru yakni sistem KTSP(kurikulum Tingkat satuan pendidikan) yang seblelumnya pada tahun 2004 menggunakan sistem KBK (berkurikulum Berbasis kompetensi). Dengan pergantian kurikulum tersebut timbul pertanyaan apakah nantinya kurikulum tersebut dapat berjalan efektif??? Tidak hanya para siswa yang harus mengalami kebingungan dan harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru tapi para pengajar pun mengalami hal yang demikian. Pada prinsipnya kurikulum yang sekarang ini menuntut siswa untuk lebih aktif dari pada guru,dengan tuntutanmenggunakan prasarana pembelajaran yang lebih baik. Tapi kara kurungnya sarana dan prasarana pembelajaran maka timbullah sebutan baru untuk kurikulum saat ini yaitu KTSP(kurikulum tanpa sarana pembelpjaran). Pemerintah seharusnya memperhatikan hal tersebut dengan lebih sungguh-sungguh. Apalagi pada musim pemilu sekarang ini maraknya janji-janji sesumbar tentang pendidikan. Kita sebagai rakyat bangsa haruslah bisa memilih dengan bijak siapa pemimpin kita selanjutnya. Tidak hanya janji yang diberikan, tetapi bukti haruslah ada. Jangan sampai kita menyesal pada akhirna. Maka untuk itu mari gunakan hak pilih kita dengan bijak, karena 1 suara menentukan masa depan bangsa.